Perbanyakan Bibit Kentang melalui Stek
Kentang merupakan salah satu tanaman yang membutuhkan ketersediaan benih berkualitas untuk mendukung produksi. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk memperbanyak bibit kentang adalah teknik stek. Stek kentang memanfaatkan tunas dari planlet hasil kultur jaringan yang telah melalui tahap aklimatisasi. Tunas tersebut kemudian dipotong dan ditanam kembali untuk menghasilkan bibit dalam jumlah lebih banyak sebelum dikembangkan menjadi benih umbi G0. Teknik ini dapat dilakukan secara berulang sehingga membantu mempercepat penyediaan bibit kentang dalam jumlah besar.
Persiapan Media Semai
Perbanyakan stek diawali dengan menyiapkan media semai dan tray. Salah satu media yang digunakan adalah arang sekam karena memiliki sifat ringan, tidak mudah memadat, mampu mempertahankan kondisi media tetap sesuai, serta memiliki aerasi yang baik untuk mendukung pertumbuhan akar. Arang sekam dimasukkan hingga memenuhi lubang tray, kemudian dibasahi menggunakan air bersih agar media berada dalam kondisi lembap dan siap digunakan untuk penanaman stek.
Pemotongan Tunas Planlet
Setelah media siap, tahap berikutnya adalah memilih dan memotong tunas dari planlet yang telah diaklimatisasi. Kebersihan menjadi hal penting pada tahap ini untuk mengurangi risiko kontaminasi. Tangan dan alat potong perlu dibersihkan sebelum digunakan. Tunas yang dipilih kemudian dipotong menggunakan silet tajam dengan ukuran sekitar 2–3 cm dan menyisakan 3–4 ruas daun. Pemotongan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari ketika kondisi tidak terlalu panas agar tunas tidak mudah mengalami layu.
Perendaman dengan PGPR
Tunas yang telah dipotong kemudian dapat direndam dalam larutan PGPR sebelum ditanam. PGPR merupakan kelompok bakteri yang dapat membantu mendukung pertumbuhan tanaman, termasuk merangsang perkembangan akar. Perendaman dilakukan sebagai bagian dari persiapan bahan stek sebelum ditanam pada media semai.
Penanaman dan Pemeliharaan Stek
Setelah melalui tahap persiapan, stek ditanam pada media arang sekam di dalam tray. Stek kemudian ditempatkan di screen house dengan kondisi lingkungan yang terlindung dari paparan cahaya matahari berlebihan. Pemeliharaan dilakukan dengan menjaga kelembapan media melalui penyiraman sesuai kondisi tanaman dan media. Lingkungan yang terlindung membantu stek melewati masa awal pertumbuhan hingga mulai membentuk akar dan berkembang menjadi tanaman yang lebih kuat.
Stek sebagai Tahap Awal Produksi G0
Stek yang telah tumbuh dan memiliki kondisi yang cukup baik dapat dipindahkan untuk dikembangkan lebih lanjut dalam produksi benih kentang G0. Dalam rangkaian pembibitan, stek mini menjadi bahan untuk menghasilkan umbi mini atau G0. Dengan demikian, proses stek menjadi salah satu tahapan penting yang menghubungkan planlet hasil kultur jaringan dengan produksi benih kentang generasi awal.
Sumber: Kurnia, R., Rahmadi, A., & Yusuf, E. (2025). Perbanyakan Stek Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) G0 (Generasi Nol) Varietas Granola di Kelompok Lestari Tani Pangalengan. Gunung Djati Conference Series, 48.